Wednesday, April 30, 2014

SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA

           A.    PENGERTIAN SISTEM PEREKONOMIAN

     Pertama saya akan menjelaskan apa yang dimaksud sistem perekonomian. Sistem perekonomian adalah sistem yang dipakai oleh suatu negara untuk mempergunakan sumber daya yang dimiliki baik untuk perorangan , kelompok ataupun instansi di negara itu sendiri. Istilah “sistem” berasal dari perkataan “systema” (bahasa Yunani), yang dapat diartikan sebagai keseluruhan yang terdiri dari macam-macam bagian.

 Ø  Bisa di gambarkan perputanran ekonomi seperti berikut:


Semua saling tergantung satu dengan yang lain, berarti semua saling membutuhkan untuk mencapai tujuan untuk memenuhi kebutuhan.

                B.     DEFINISI PARA AHLI

          Definisi pegertian sistem perekonomian menurut para ahli :

          Menurut Dumairy (1966), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan filsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak.
         Menurut Sheridan (1998), dalam publikasinya mengenai sistem-sistem ekonomi yang ada di Asia mengatakan bahwa Economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness. Dalam kata lain, sistem ekonomi adalah cara manusia melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan kepuasan pribadinya.
       Tom Gunadi (1985: 26). Sistem perekonomian adalah sistem sosial atau kemasyarakatan dilihat dalam rangka usaha keseluruhan sosial itu untuk mencapai kemakmuran.
            Suroso (1997: 7-8). Dilihat dari tujuannya, sistem ekonomi merupakan usaha untuk mengatur pertukaran barang dan jasa yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena meningkatkan kesejahteraan rakyat itu merupakan salah satu tujuan dari politik nasional, maka dengan demikian sistem perekonomian pada dasrnya merupakan bagian dari
sistem politik nasional.
            Gregory Grossman dan M. Manu mengatakan bahwa :“Sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu yang saling menopang dan mempengaruhi.”

Jadi bisa saya gabungkan dari pendapat Dumairy dengan Sheridan adalah sistem ekonomi yang berkaitan dengan kebutuhan manusia serta menjalin hubungan dengan orang lain untuk mencapai kebutuhan yang diinginkan.

                C.     MACAM-MACAM SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA

      1.            Sistem Ekonomi Tradisional

            Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja. Dalam sistem ekonomi ini pengaturan ekonomi dimapankan menurut pola tradisi, yang biasanya sebagian besar menyangkut kontrol atas tanah sebagai sumber terpenting atau satu-satunya sumber ekonomi (Cornelis Rintuh, 1995: 40).

      2.           Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas/Kapitalis)

            Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi di mana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Model sistem ekonomi ini merujuk pada perekonomian pasar persaingan sempurna. Model ini seluruhnya khayal (Gregory Grossman, 2004: 66). Sistem ekonomi pasar yang dicetuskan oleh Adam Smith

      3.           Sistem Ekonomi Komando/Terpusat/Etatisme/Sosialis/Komunis

            Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi di mana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Sistem ini mendasarkan diri pada pandangan Karl Marx (Suroso, 1997; 15-16). Masyarakat komunis yang dicita-citakan Marx merupakan masyarakat yang tidak ada kelas sosialnya. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi. Beberapa negara yang menggunakan sistem ekonomi ini adalah Rusia, Cina, dan Kuba.

      4.           Sistem Ekonomi Campuran

            Sistem ekonomi campuran merupakan campuran dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, di mana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Dalam bentuk perekonomian campuran sumber-sumber ekonomi bangsa, termasuk faktor-faktor produksi dimiliki oleh individu atau kelompok swasta, di samping sumber tertentu yang dikuasai pemerintah pusat, atau pemerintah daerah, atau pemerintah setempat. Karena itu dalam sistem ekonomi campuran dikenal paling tidak dua sektor ekonomi, yaitu sektor swasta dan sektor Negara (Cornelis Rintuh, 1995: 41). Sistem ini berkembang dan sekarang diberlakukan baik oleh Negara yang sebelumnya menganut sistem ekonomi pasar (Negara industri barat) maupun oleh Negara yang sebelumnya menganut sistem ekonomi perencanaan yang ketat/terpusat (Uni Soviet). Pemberlakuan sistem ekonomi pasar yang ketat ternyata menimbulkan depresi ekonomi pada tahun 1930-an. Sedang pemberlakuan sistem ekonomi perencanaan yang ketat juga tidak mampu menghilangkan kelas-kelas dalam masyarakat. Berdasarkan pengalaman tersebut banyak Negara menganut sistem ekonomi campuran ini. (Suroso, 32 1997: 17). Sistem ekonomi campuran melahirkan ekonomi pasar bebas, yang memungkinkan persaingan bebas tetapi bukan persaingan yang mematikan, campur tangan pemerintah dieprlukan untuk menstabilisasi kehidupan ekonomi, mencegah konsentrasi yang terlalu besar di pihak swasta, mengatasi gejolak-gejolak, dan membantu golongan ekonomi lemah.

                D.      PERBANDINGAN ANTARA SISTEM-SISTEM PEREKONOMIAN


                 E.       SEJARAH

  1.       Sejarah Sistem Perekonomian Indonesia di Masa Sistem Tanam Paksa


                Menurut sejarah, sejarah perekonomian Indonesia mencatat bahwa ditahun 1830 terjadi kebangkrutan yang dialami oleh pemerintah penjajah akibat dari Perang Diponegoro tahun 1825 – 1930 yang merupakan perang terbesar di tanah Jawa dan juga Perang Paderi tahun 1821 – 1837 di Sumatera Barat. Kemudian Jendral Van den Bosch selaku Gubernur saat itu memperoleh izin untuk menerapkan Sistem Tanam Paksa atau yang disebut dengan Cultuur Stelsel yang memiliki tujuan utama untuk menutupi defisit dari besarnya anggaran pemerintah serta untuk mengumpulkan kembali kas pemerintahan yang habis terpakai.
                Sebenarnya sistem tanam paksa ini lebih kejam dan lebih keras dibanding dengan sistem monopoli VOC sebab adanya sasaran keperluan pemasukan negara yang memang sangat dibutuhkan saat itu. Jika dalam masa monopoli VOC para petani diwajibkan menjual hasil tertentu dari pertaniannya kepada VOC, maka di masa tanam paksa ini pemerintah sekaligus yang menetapkan harganya. Akibatnya matinya perkembangan sistem pasar yang bebas.
Sistem tanam paksa ini juga banyak dijadikan contoh sejarah klasik yang menindas rakyat Indonesia khususnya petani di Jawa saat itu. Dengan memaksa para petani untuk bekerja hingga 4 kali lebih lama dari jam kerja biasa dengan tujuan pokok agar kapasitas hasil pertanian meningkat demi untuk meningkatkan kondisi ekonomi pemerintahan Belanda saat itu.
Memang dari hasil sistem Tanam Paksa ini berhasil meningkatkan sejumlah komoditi pertanian hingga dapat dieskpor ke Eropa, sehingga semakin tinggi penghasilan yang didapat oleh pemerintahan Belanda saat itu namun upah yang diberikan kepada kaum petani tidak seimbang dibanding tenaga dan jerih payah yang mereka keluarkan di masa sistem tanam paksa tersebut.

  2.       Perkembangan Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru

               Sejak berdirinya negara Republik Indonesia, banyak sudah tokoh-tokoh negara pada saat itu telah merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik secara individu maupun melalui diskusi kelompok. Sebagai contoh, Bung Hatta sendiri, semasa hidupnya mencetuskan ide, bahwa dasar perekonomian Indonesia yang sesuai dengan cita-cita tolong menolong adalah koperasi (Moh. Hatta dalam Sri Edi Swasono, 1985), namun bukan berarti semua kegiatan ekonomi harus dilakukan secara koperasi, pemaksaan terhadap bentuk ini justru telah melanggar dasar ekonomi koperasi. Demikian juga dengan tokoh ekonomi Indonesia saat itu, Sumitro Djojohadikusumo, dalam pidatonya di negara Amerika tahun 1949, menegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran. Namun demikian dalam proses perkembangan berikutnya disepakitilah suatu bentuk ekonomi Pancasila yang di dalamnya mengandung unsur penting yang disebut Demokrasi Ekonomi.

  3.       Sistem Perekonomian Indonesia Berdasarkan Demokrasi Pancasila

Terlepas dari sejarah yang akan menceritakan keadaan yang sesungguhnya pernah terjadi di Indonesia, maka menurut UUD’45, sistem perekonomian pancasila tercermin dalam pasal-pasal 23, 27, 33, dan 34. Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah.
Ciri-ciri utama sistem ekonomi Indonesia:
     a)      Landasan pokok perekonomian Indonesia adalah pasal 33 UUD 1945.
     b)     Demokrasi ekonomi menjadi dasar kehidupan perekonomian Indonesia.

Jadi, kesimpulannya adalah sistem perkonomian dari zaman Masa Tanam Paksa. Lalu sistem orde baru  menjadi suatu bentuk ekonommi pancasila yang didalamnya mengandung suatu unsur yaitu demokrasi. Dan merubahnya menjadi sisem campuran antara sistem ekonomi pasar dan terpusat. Menjadi sistem yang saling bekerja sama antara pemerintah dengan swasta juga saling berinteraksi untuk memecahkan suatu masalah danlam perkonomian. Lalu di dalam sistem perekonomian ada yang berdampak positif ada pula berdampak negatif.

Sumber:

Friday, February 7, 2014

MANIPULASI TEKS 2

Sekarang saya akan melanjutkan tentang manipulasi teks.

     A.    FORMAT KERTAS KERJA
       Pemformatan kertas kerja dilakuan untuk menyesuaikan jenis kertas yang digunakan untuk mencetak saat nanti di print dan juga untuk mengatur posisi print apakah vertikal atau horizontal, serta memberi ukuraan pada kertas seperti jenis : A4, A5, B5, Legal, Letter.
Cara :
      1.      Pilih menu file pada menu bar kemudian pilih page setup
      2.      Klik tab paper size
      3.      Pilih ukuran kertas yang diinginkan
      4.      Klik ok

·  Margins : untuk menentukan batas atas (Top), kiri (Left), kanan (Right), dan bawah (Bottom)
   dokumen, dan ada juga orientasi kertas
·  Paper Size : untuk menentukan ukuran  kertas yang akan digunakan dengan memilih opsinya
  pada menu drop-down. Jika menginginkan ukuran kertas sendiri, dapat diisi nilainya secara
  langsung pada kotak Width dan Height.
·  Orientation : untuk menentukan apakah saat nanti diprint akan portait atau landscape.

     B.     FORMAT PARAGRAF

     1.Pengolahan Teks
      Pengolahan teks yaitu kegiatan yang berkaitan dengan perlakuan terhadap teks, seperti : pengetikan, penyisipan, penghapusan, pemindahan, dan penggandaan.

         1.1.Pengetikan Teks
         Cara pengetikan di Word sama seperti pada mesin tik manual. Huruf dihasilkan dengan menekan tombol bersangkutan dan huruf tersebut akan terlihat di layar pada posisi kursor. Jendela Word dianggap sebagai kertas yang siap digunakan untuk menampung teks yang diketik. Pada tampilan tersebut, dokumen baru otomatis dinamakan Document1, dan akan berubah ketika diberi nama saat penyimpanan dokumen. Word secara otomatis menyusun teks saat pengetikan mencapai akhir dari suatu baris. Tekan tombol ENTER jika akan pindah paragraf.

         1.2.Penyisipan Teks
           Penyisipan teks dilakukan jika ada teks yang terlewatkan dari naskah yang harus diketik. Langkah-langkahnya yaitu :

     1. Pindahkan/letakkan kursor ditempat penyisipan teks
     2. Ketik teks yang akan disisipkan
     3. Jika akan menyisipkan paragraph, tekan ENTER pada akhir paragraf.

           Pada saat penyisipan, Word memindahkan teks yang ada ke kanan secara otomatis untuk menyediakan tempat bagi teks yang baru diketik.

        1.3.Penghapusan Teks
               Untuk menghapus teks yang salah atau tidak diinginkan, dapat dilakukan dengan pilihan cara berikut:
                Cara I :
     1. Letakkan kursor di sebelah kiri kata yang ingin dihapus
     2. Tekkan Backspace (kata akan terhapus dari kanan ke kiri)
                Cara II :
     1. Letakkan kursor disebelah kanan kata yang akan dihapus
     2. Tekkan Delete (kata akan terhapus dari kiri ke kanan)
                Cara III :
     1. Blok teks yang akan dihapus.
     2. Tekan Delete atau Backspace

         1.4. Pemindahan Teks
              Kesalahan lain dalam pengetikan yaitu penempatan teks yang salah. Untuk memindahkan teks, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
     1. Blok teks yang akan dipindahkan.
     2. Klik CUT dari menu EDIT.
     3. Letakkan kursor pada posisi dimana teks akan dipindahkan.
     4. Klik PASTE dari menu EDIT.

          1.5. Duplikasi Teks
                 Jika kita memerlukan beberapa data yang sama, tidak perlu mengetiknya secara berulang-ulang, tapi lakukan duplikasi teks dengan langkah-langkah sebagai berikut :

     1. Blok teks yang akan diduplikasi.
     2. Klik COPY dari menu EDIT.
     3. Letakkan kursor ke tempat dimana teks akan ditempatkan.
     4. Klik PASTE dari menu EDIT.
    
                 Sedangkan untuk penduplikasian data pada dokumen yang berlainan, prosedurnya yaitu:
     1. Aktifkan dokumen yang akan diduplikasikan
     2. Soroti/blok teks yang akan diduplikasi.
     3. Aktifkan menu EDIT.
     4. Klik sub-menu COPY.
     5. Aktifkan dokumen untuk meletakkan hasil copy-an
     6. Aktifkan menu EDIT.
     7. Klik sub-menu PASTE untuk meletakkan hasil copy-an.

     Sekian dulu ya. lanjutannya akan menyusul :-)

Wednesday, January 15, 2014

MANIPULASI TEKS

     A.    FORMAT KARAKTER

                  1.     Format Karakter Font
          Karakter (font) mempunyai bentuk dan ukuran terdiri dari tulisan, angka dan karakter khusus. Toolbar Formatting menyediakan cara cepat untuk mengubah font, font size dan font style. Menentukan font atau jenis huruf dapat dilakukan sebelum atau sesudah teks diketik. Jika teks belum diketik maka anda tinggal menentukan font tersebut sebagaimana yang akan dijelaskan, jika sudah maka anda bisa mengeblok teks yang akan tentukan jenis font-nya tersebut.
Cara :
     1.      Blok teks yang akan di format
     2.      Pilih menu format pada menu bar, pilih Font
     3.      Klik pada tab font untuk memilih pilihan yang diinginkan

    1.      Dari kotak dialog karakter yang dapat ditampilkan dengan cara sebagaimana yang dijelaskan di         atas, aktifkan pada tab Font.
    2.      Tentukan nama font pada bagian berlabel Font dengan memilih nama font yang disediakan yang      terletak di bawah lebel tersebut. Geser scroll bar ke atas dan ke bawah untuk melihat jenis font        yang lain dalam daftar.
    3.     Typeface digunakan untuk menentukan apakah teks akan dicetak biasa saja (Reguler), miring          (Italic), tebal (Bold), atau tebal sekaligus miring (Bold Italic)
    4.     Pilih ukuran font pada kotak size. Pada kotak ini anda juga bisa langsung mengetikkan angka          untuk ukuran font tersebut jika ukuran yang akan anda ingnkan tidak disediakan.
    5.      Font color digunakan untuk menentukan warna yang akan diterapkan pada font.

      Penjelasan dan fungsi :
    1.      Font untuk menentukan jenis huruf atau font yang akan digunakan
    2.      Font size untuk menentukan ukuran huruf
    3.      Bold untuk membuat huruf dicetak tebal
    4.      Italic untuk membuat huruf dicetak miring
    5.      Underline untuk membuat huruf yang bergaris bawah.
    6.     Subscript untuk menurunkan posisi dan memperkecil ukuran terhadap posisi dan ukuran teks          normal, misalnya angka 2 pada H2O
    7.      Superscript untuk menaikan posisi dan memperkecil ukuran terhadap posisi dan teks normal,           misalnya angka 2 pada x2

                  2.     Menggunakan Formating ToolBar
           Berikut adalah icon-icon yang muncul pada tampilan bar windows 7:

1.     Strikethrough berfungsi untuk menggaris tulisan seperti dicoret.
2.     Subscript berfungsi untuk membuat tulisan berada dibawah biasa digunkan pada matematika.
3.     Superscipt berfungsi untuk membuat seperti pangkat.
4.   Chanfe Case berfungsi untuk memformat tulisan pada huruf depannya menjadi besar atau  semua tulisan menjadi besar.
5.     Text Highlight Color berfungsi untuk menandai tanda seperti stabilo.
6.     Font Color berfungsi untuk memberi warna pada huruf.
7.     Grow Font berfungsi untuk menambah ukuran huruf
8.     Shrink Font berfungsi untuk mengurangi ukuran font.
9.     Clear Formating berfungsi untuk mendefault tulisan pada setingan awal

Berikut adalah tombol shortcut pada keyboard :
Ctrl + B = (Bold) Membuat kalimat yang dibllok atau terseleksi menjadi tercetak tebal.
Ctrl + I = (Italic) Membuat huruf tercetak miring
Ctrl + U = (Underline) Membuat garis bawah pada kalimat yang diblok

NPWP GANDA ! Bagaimana Cara Menghapusnya ?

Hai balik lagi ke blog saya... Mau cerita dikit pengalamanku di kantor. Ceritanya begini, waktu itu saya diminta untuk membuat NPWP untuk pe...